
Belitung, sitaberita.com - Kegiatan gabungan ini diikuti seluruh jajaran Pejabat Manajerial, petugas Lapas Tanjungpandan dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II ...

Salatiga – Dalam upaya menjaga kebugaran fisik sekaligus mempererat hubungan komunikasi dengan generasi muda, Komandan Kodim (Dandim) 0714/Salatiga Letkol Kav ...

Belitung, sitaberita.com – Totalitas dalam menyambut penerbangan perdana internasional Scoot tujuan Pulau Belitung terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Belitung dan stakeholders. ...

Belitung, sitaberita.com - Pemerintah Kabupaten Belitung memastikan kesiapan menyambut penerbangan internasional perdana maskapai Scoot Airline dengan rute Singapura ke Belitung ...

Belitung, sitaberita.com - Pemerintah Kabupaten Belitung resmi meluncurkan tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026. Kegiatan ini menandai ...

Belitung, sitaberita.com - Kegiatan gabungan ini diikuti seluruh jajaran Pejabat Manajerial, petugas Lapas Tanjungpandan dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II ...

Salatiga – Dalam upaya menjaga kebugaran fisik sekaligus mempererat hubungan komunikasi dengan generasi muda, Komandan Kodim (Dandim) 0714/Salatiga Letkol Kav ...

Belitung, sitaberita.com – Totalitas dalam menyambut penerbangan perdana internasional Scoot tujuan Pulau Belitung terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Belitung dan stakeholders. ...

Belitung, sitaberita.com - Pemerintah Kabupaten Belitung memastikan kesiapan menyambut penerbangan internasional perdana maskapai Scoot Airline dengan rute Singapura ke Belitung ...

Belitung, sitaberita.com - Pemerintah Kabupaten Belitung resmi meluncurkan tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026. Kegiatan ini menandai ...
Home » Berita Terbaru » Mendagri Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Program Pusat Daerah untuk Percepat Pembangunan Papua
Jakarta, sitaberita.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya sinkronisasi dan harmonisasi program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di tanah Papua untuk mempercepat pembangunan di wilayah tersebut. Ia menilai, pemekaran wilayah di Papua hingga kini belum sepenuhnya menghasilkan percepatan pembangunan yang optimal. Selasa (16/12/2025).
Karena itu, Mendagri menegaskan tiga tugas pokok Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, yakni melakukan sinkronisasi dan harmonisasi program, pengawasan, serta evaluasi secara optimal. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan percepatan pembangunan Papua segera terwujud.
Pesan tersebut disampaikan Mendagri dalam Peluncuran Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP) Tahun 2025–2029 di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Mendagri menilai Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua mampu mengorganisasi dan menyelaraskan program kementerian dan lembaga (K/L) di tingkat pusat agar kompatibel dengan kebutuhan pembangunan di Papua. Ini termasuk menyelaraskan antara program pemerintah pusat dengan daerah.
Ia mencontohkan, kegagalan program pusat kerap terjadi akibat tidak adanya dukungan program lanjutan dari pemerintah daerah.
“Jangan sampai terjadi program pusat, misalnya membangun bendungan dan kemudian irigasi yang harusnya dibuat oleh provinsi siripnya, tersiernya dibuat oleh kabupaten/kota itu gak jalan,” ujarnya.
Ia memahami ketidaksinambungan tersebut kerap dipengaruhi oleh perbedaan janji politik masing-masing kepala daerah. Oleh karena itu, ia menyarankan agar mekanisme pelaksanaan RAPPP 2025–2029 membuka ruang umpan balik bagi kepala daerah di Papua, sehingga program pusat dan daerah dapat diselaraskan secara efektif.
“Kita tidak ingin program ini [menjadi] program design yang top-down. Kalau program top-down nanti belum tentu cocok dengan situasi daerah masing-masing. Oleh karena itu perlu mekanisme juga mendengarkan bottom-up dari bawah,” ucapnya.
Selain harmonisasi program, Mendagri juga meminta Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua melakukan pengawasan secara berkala terhadap pemerintah daerah yang mengalami kendala dalam menjalankan agenda percepatan pembangunan.
“Juga bisa menampung aspirasi, tidak hanya mengawasi seperti lebih superior, tidak. Tapi tentu juga bisa menampung masukan dari kepala daerah,” katanya.
Dirinya mengusulkan evaluasi dilakukan setiap tiga atau empat bulan sekali. Apabila tidak terjadi perbaikan signifikan, hasil evaluasi tersebut akan dipantau langsung oleh Presiden, dan dimungkinkan adanya intervensi lebih lanjut.
Sebagai informasi, Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua merupakan lembaga nonstruktural yang dibentuk untuk mengharmonisasi program percepatan pembangunan di Papua dan dilegalkan melalui Keputusan Presiden Nomor 110/P Tahun 2025.
Sumber: Puspen Kemendagri.
(*/Red/LK).
Belitung, sitaberita.com - Kegiatan gabungan ini diikuti seluruh jajaran Pejabat Manajerial, petugas Lapas Tanjungpandan dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II...
Read more
Komentar